Pemeriksaan penunjang seperti tes laboratorium dan radiologi memegang peran penting dalam menentukan langkah terapi selanjutnya. Sayangnya, di banyak klinik, proses ini justru menjadi titik paling lambat dalam seluruh alur pelayanan.

Bayangkan situasinya: pasien sudah diperiksa dokter, sudah diarahkan untuk menjalani tes, tetapi hasilnya belum juga tersedia di sistem. Dokter menunggu, pasien gelisah, dan pelayanan ikut terhambat.

Kabar baiknya, mempercepat pemeriksaan penunjang bukan hal yang mustahil. Kuncinya bukan hanya terletak pada kecepatan laboratorium, melainkan pada bagaimana klinik mengelola seluruh alur dari order hingga hasil kembali ke tangan dokter.

Artikel ini membahas empat strategi yang terbukti efektif untuk mengatasi masalah tersebut.

Hasil laboratorium terintegrasi otomatis ke dalam sistem informasi klinik

Kenapa Pemeriksaan Penunjang di Klinik Sering Terlambat?

Sebelum masuk ke strategi, penting untuk memahami terlebih dahulu sumber keterlambatan yang paling umum terjadi.

Order masih dilakukan secara manual. Surat rujukan ditulis tangan, pasien diarahkan ke laboratorium, lalu klinik harus menunggu hasil dikirim kembali. Proses ini memakan waktu yang seharusnya bisa dipersingkat.

Komunikasi bergantung pada chat atau email. Jika file hasil terlewat atau belum dibaca oleh admin, dokter tidak bisa langsung mengakses informasi yang dibutuhkan.

Input ulang ke sistem klinik. Hasil yang sudah tersedia dari laboratorium masih harus diketik ulang ke dalam rekam medis. Selain memakan waktu, proses ini juga rentan terhadap kesalahan.

Intinya, keterlambatan sering kali bukan karena laboratorium bekerja lambat. Masalah sebenarnya ada pada sistem klinik yang belum terhubung dengan baik.

Strategi 1: Digitalisasi Order Pemeriksaan dengan E-Order

Langkah pertama untuk mempercepat pemeriksaan penunjang adalah memastikan seluruh order dibuat secara digital.

Dengan sistem e-order, dokter dapat mengirim permintaan tes langsung melalui platform digital. Laboratorium menerima data pasien beserta jenis pemeriksaan yang diminta tanpa perlu komunikasi tambahan melalui telepon atau pesan.

Apa saja keuntungan pendekatan ini?

Risiko salah tulis jenis tes bisa dihilangkan karena data sudah terstandarisasi. Identitas pasien langsung terverifikasi oleh sistem sehingga tidak perlu pengecekan manual berulang kali. Selain itu, proses menjadi jauh lebih cepat karena tidak ada lagi perantara manual yang memperlambat.

Digitalisasi order menghilangkan jeda yang selama ini sering terjadi di awal proses pemeriksaan penunjang.

Strategi 2: Pantau Status Pemeriksaan Secara Real Time

Banyak klinik tidak memiliki visibilitas terhadap proses yang sedang berjalan di laboratorium. Apakah sampel sudah diambil? Sedang diproses? Atau hasil sudah selesai? Tanpa informasi ini, admin harus terus bertanya ke pihak laboratorium dan pasien ikut terjebak dalam ketidakpastian.

Strategi yang efektif adalah menggunakan sistem yang memungkinkan klinik memantau status pemeriksaan penunjang secara real time.

Dengan pelacakan status, klinik bisa mengetahui estimasi waktu selesai sehingga bisa mengatur ekspektasi pasien dengan lebih baik. Informasi yang jelas juga mengurangi kecemasan pasien selama menunggu. Yang tidak kalah penting, komunikasi berulang dengan laboratorium bisa diminimalkan karena semua data sudah tersedia di dashboard.

Transparansi status ini secara langsung mempercepat respons klinik begitu hasil pemeriksaan sudah tersedia.

Strategi 3: Integrasikan Hasil Lab ke Sistem Klinik Secara Otomatis

Ini adalah langkah paling krusial dalam upaya mempercepat pemeriksaan penunjang.

Percuma jika laboratorium sudah bekerja cepat, tetapi hasilnya masih masuk dalam bentuk PDF yang harus di-download, dibuka, lalu diinput ulang ke sistem klinik. Proses ini menciptakan bottleneck baru di sisi administrasi.

Solusinya adalah integrasi langsung antara sistem laboratorium dan sistem informasi klinik. Dengan integrasi ini, data hasil pemeriksaan otomatis tersedia untuk dokter begitu dirilis oleh laboratorium.

Dokter bisa langsung membaca dan menindaklanjuti hasil tanpa menunggu proses administratif. Risiko kesalahan input angka juga hilang karena data mengalir secara digital. Sebagai bonus, seluruh riwayat pemeriksaan tersimpan otomatis dan bisa diakses kapan saja.

Tanpa integrasi, percepatan di sisi laboratorium tetap akan terhambat oleh proses manual di sisi klinik.

Strategi 4: Bangun Kemitraan Terstruktur dengan Laboratorium dan Radiologi

Klinik yang bekerja sama dengan banyak laboratorium tanpa sistem terpusat sering menghadapi kesulitan dalam mengelola alur pemeriksaan. Data tersebar di berbagai tempat, format hasil berbeda, dan koordinasi menjadi semakin rumit.

Strategi yang lebih efektif adalah membangun kemitraan terstruktur dengan mitra laboratorium dan radiologi, dilengkapi dengan sistem yang menghubungkan kedua pihak dalam satu platform.

Di sinilah layanan seperti Assist Diagnostic Partner menjadi sangat relevan.

Assist Diagnostic Partner menghubungkan klinik dengan jaringan laboratorium dan radiologi dalam satu ekosistem digital. Mulai dari order pemeriksaan, pemantauan status, hingga penerimaan hasil, semuanya mengalir melalui sistem yang sama.

Dengan pendekatan ini, order terkirim secara otomatis tanpa proses manual. Status pemeriksaan bisa dipantau langsung tanpa perlu menghubungi laboratorium satu per satu. Hasil langsung masuk ke sistem klinik dan siap dibaca dokter. Seluruh riwayat pemeriksaan juga terdokumentasi dengan rapi untuk kebutuhan di masa mendatang.

Strategi ini tidak hanya mempercepat pemeriksaan penunjang, tetapi juga membuat alur kerja klinik lebih terkontrol dan terukur.

Dampak Strategis bagi Klinik yang Menerapkan Sistem Ini

Ketika pemeriksaan penunjang berjalan cepat dan terintegrasi, dampaknya terasa di berbagai aspek operasional klinik.

Dokter dapat mengambil keputusan terapi dengan lebih cepat karena data sudah tersedia tepat waktu. Pasien merasakan proses yang jelas, terstruktur, dan tidak berbelit. Tim administrasi tidak lagi terbebani oleh pekerjaan input manual yang menyita waktu.

Dalam jangka panjang, klinik yang menerapkan strategi ini akan membangun reputasi sebagai fasilitas kesehatan yang responsif dan profesional. Kepercayaan pasien pun meningkat karena mereka merasakan langsung perbedaan dalam kualitas pelayanan.

Pada akhirnya, mempercepat pemeriksaan penunjang berarti mempercepat keseluruhan pelayanan medis di klinik.

Kecepatan Pelayanan Dimulai dari Sistem yang Tepat

Strategi klinik untuk mempercepat pemeriksaan penunjang tidak berhenti pada seberapa cepat laboratorium menyelesaikan tes. Yang lebih menentukan adalah bagaimana klinik mengelola order, memantau proses, dan menerima hasil secara otomatis.

Dengan menerapkan digitalisasi order, pemantauan real time, integrasi hasil, dan kemitraan terstruktur, klinik bisa memangkas proses manual yang selama ini memperlambat pelayanan.

Sistem integrasi seperti Assist Diagnostic Partner hadir untuk membantu klinik mencapai semua itu dalam satu platform yang terpadu.

Karena kecepatan dalam pelayanan bukan hanya soal efisiensi operasional. Ini juga soal menjaga dan membangun kepercayaan pasien terhadap klinik Anda.Ingin mendapatkan info lebih lanjut tentang layanan Assist Diagnostic partner? KLIK DISINI untuk info selengkapnya

Atur jadwal demo di klinik Anda sekarang

Cari informasi lainnya di Kotak di bawah ini

Jika Anda memiliki pertanyaan mengenai produk atau cara penggunaannya silahkan hubungi kami melalui live chat di dalam sistem ataupun laman kami di sebelah kanan bawah. Selamat Mencoba!

Live Chat sistem klinik Assist.id

#IntegrasiSATUSEHAT #IntegrasiRekamMedis #PMK24 #BridgingSATUSEHAT #SistemKlinikSATUSEHAT #simkliniksatusehat #BanggapakaiEMR #GrowWithAssist #PlatformSATUSEHAT #LebihMudahPakasAssistid #Klinikgigi #DokterGigi

Subscribe newsletter kami untuk informasi terbaru seputar teknologi manajemen kesehatan atau follow instagram Kami di @assistid !