Jurusan kebidanan menjadi pilihan pendidikan yang banyak dijalani gadis-gadis lulusan SMA di Indonesia. Memang benar jika jurusan ini tidak sepopuler Kedokteran Umum dan Kedokteran Gigi, namun daya tariknya tidak menurun dari tahun ke tahun. Sayangya masih banyak orang mengaggap remeh anak-anak jurusan ini, padahal mereka memliki kualitasnya sendiri yang tidak dimiliki tenaga kesehatan lainnya seperti :

Mereka sudah benar-benar paham apa peran mereka

Mereka yang memutuskan untuk kuliah di jurusan kebidanan memang tidak memiliki kesempatan untuk "berpindah jalur". Jarang dari mereka yang galau dan ingin pindah jurusan, dan biasanya profesi lain seperti menjadi dosen, berjualan hingga membuka bisnis hanya menjadi pekerjaan kedua.

Pendidikan di jurusan kebidanan membutuhkan kerja keras dan keuletan

Sama seperti cabang jurusan kesehatan lainnya, pendidikan kebidanan menuntut komitmen dan upaya besar dalam menuntaskannya. Pada semester awal, mereka harus menghafal anatomi tubuh manusia, beserta sistem kerja sel dan syaraf dalam mata kuliah fisiologi. Tidak cukup itu saja, mereka juga harus mengerhakan Asuhan Kebidanan (Askeb) yang merangkum ilmu mengenai cara penanganan pasien, dan laporannya harus ditulis tangan.

Perkuliahan ditujukan untuk membentuk pribadi yang taat aturan

Tidak hanya memahami ilmu penanganan pasien tapi pribadi juga harus dibentuk. Aturan ketat seperti cara berpakaian, ketepatan waktu, juga ketersediaan mereka untuk bekerja lembur wajib ditaati. Mereka juga akan memahami apabila mereka bisa menjalani itu semua, banyak nyawa yang dapat diselamatkan.

Mahasiswi jurusan kebidanan mengerti bahwa mengabdi itu perkara melayani

Mengabdi di daerah terpencil demi membantu masyarakat memenuhi layanan kesehatan merupakan salah satu jenis pelayanan yang mereka lakuakan. Pintu rumah yang diketuk saat tengah malam untuk membantu anak kecil yang kejang-kejang, tidak memiliki kesempatan untuk berkumpul bersama keluarga menjadi hal biasa bagi mereka.

Semua pengabdian tersebut kadang luput tertangkap mata. Mereka sering tidak mendapat sorotan yang seharusnya layak diterima. Dalam beberapa kasus, bahkan gaji bidan harus tertunda sampai beberapa bulan lamanya karena kebobrokan birokrasi. Namun para bidan tetap berada di garda terdepan pelayanan kesehatan. Mereka tak peduli, ada yang memperhatikan kerja mereka atau tidak. Masyarakat membutuhkan bantuan, dan mereka selalu siap untuk mengulurkan tangan.

Mereka dibentuk untuk bekerja dengan hati nurani

Hanya mereka yang memiliki hati nurani yang mau merelakan kenyamanan hidup mereka untuk membantu lahirnya kehidupan baru ke dunia. Mahasiswi kebihdanan adalah mereka yang memiliki tangan terampil juga hati yang tidak kalah luas untuk membantu mereka yang membutuhkan bantuan.

Gelar mereka memang "hanya" ahli madia,namun dengan manfaat yang langsung terasa oleh masyarakat

Gelar bidan di Indonesia memang diperoleh dari tingkat pendidikan D3 β€” yang memberikan mahasiswinya gelar β€œAhli Madya.” Jika kemudian ingin jadi bidan pendidik, ia yang sudah mengantungi gelar A.Md Kebidanan bisa lanjut ke program D4. Pendidikan S1 Kebidanan baru ditawarkan di beberapa universitas negeri saja, belum banyak jumlahnya di Indonesia. Nah gelar "A.Md" ini yang membuat profesi bidan dipAndang sebelah mata, namun justru masyarakat yang akan langsung merasakan pelayanan mereka.

Mereka dekat, ada, dan benar-benar melayani masyarakat.

Mahasiswi Kebidanan adalah pribadi yang mudah beradaptasi

Sejak masa kuliah, mereka dibiasakan untuk berpindah-pindah dari satu rumah sakit, klinik atau puskesmas yang berbeda untuk memudahkan mereka beradaptasi menghadapi berebagai jenis lingkungan dan pasien yang mereka hadapi. Mereka dilatih untuk bisa luwes dan mampu membawakan diri untuk mengahadapi tingkah laku pasien yang beragam.

Mereka dibekali dengan kemampaun untuk mendengar dan kebiasaan untuk berempati

Petugas media tidak hanya membutuhkan skill dan pengetahuan tapi juga komunikasi dan empati. Pasien juga butuh didengarkan, butuh sesorang yang memahami dan mau memberikan perhatian. Tingginya empati ditunjukan saat membantu proses persalinan. Dorongan mental sangat diperlukan pada masa ini.

Permintaan tenaga bidan yang makin banyak dibutuhkan

Lapangan pekerjaan bidan banyak dibutuhkan, sampai-sampai mereka membuka jasa secara pribadi.Bahkan tidak jarang dari mereka disekolahkan di pendidikan dokter karena telah mengerti betapa menjanjikannya lahan pekerjaan ini.

Untuk mempermudah bidan dan fasilitas kesehatan lainnya mengelola data, Assist telah hadir sebagai sistem informasi klinik. Ada banyak kemuhanan yang bisa didapat dengan Assist.id , Anda bisa mencari rekam medis dengan cepat serta lengkap, Proses pendistribusian obat juga bisa diawasi dengan detail dan mengurangi kemungkinanan kecurangan yang mungkin terjadi di klinik. Temukan kami disini.

Dengan menggunakan Sistem Informasi klinik Assist.id tidak hanya fitur sistem informasi lengkap untuk klinik saja, tapi Anda akan mendapatkan website Anda sendiri. Assist.id memiliki berbagai produk yang dapat memenuhi kebutuhan Anda dari skala praktek mandiri hingga klinik BPJS. Salah satu penyedia layanan aplikasi klinik online di Indonesia adalah Assist.id. β€Œ

Kenyamanan dalam mengelola data klinik lebih mudah. Berbagai keunggulan yang anda dapatkan dengan menggunakan software klinik Assist.id adalah:

  • Monitor bisnis klinik dimana saja, kapan saja
  • Memungkinkan untuk online booking konsultasi dengan dokter
  • Membuat pencatatan laporan aktifitas klinik dan keuangan secara otomatis
  • Menyiapkan segala laporan yang Anda butuhkan dengan 1 klik
  • Setiap karyawan memiliki hak akses yang dapat Anda atur
  • Fitur odontogram mudah digunakan untuk dokter gigi