Rahasia Pendiri ZAP Clinic dengan Modal 50 Juta Omset Ratusan Miliyar

Bandung, Assist.id - Siapa yang tidak kenal dengan ZAP Clinic? ZAP Clinic adalah salah satu klinik kecantikan terbesar khusus wanita. Bermula dari klinik yang menyediakan jasa penghilang bulu, ZAP mengembangkan sayap dengan menyediakan jasa perawatan tubuh dan wajah. Saat ini ZAP Clinic setidaknya memiliki 35 cabang di 11 kota seluruh Indonesia. Mulai dari Jakarta, Bogor, Bandung, Jogjakarta, Semarang, Surabaya, Bali, Medan, Makassar Manado, dan Palembang. Bagaimana asal mula perdirinya ZAP Clinic? Yuk Simak ceritanya.

CFadli Zahab, CEO ZAP Clinic. Source : cnbcindonesia.com

Asal Mula Berdirinya ZAP Clinic

Pendiri ZAP Clinic, Fadli Zahab, memang sudah memiliki cita-cita untuk menjadi pebisnis handal sejak sekolah. Sebelum mulai usaha ZAP, Fadli telah mencoba aneka peruntungan dalam berbagai lini usaha termasuk culinary dan outbond.

Pria kelahiran 11 Agustus 1984 ini sudah mencoba bisnis kuliner dengan membuka kafe tenda saat kuliah. Namun bisnis tertsebut terkena bencana alam gempa bumi dan tidak dapat dilanjutkan karena keterbatasan biaya. Namun ia tidak menyerah, ia justru mencoba bisnis outbond di Solo. Lagi-lagi pria Lulusan Program Studi Perencanaan Pembangunan Universitas Gajah Mada (UGM) ini tidak mendapatkan feedback yang memuaskan dari publik. Fadli memutuskan bekerja di Jakarta sebagai Surveyor Indonesia selama 3 tahun dan belajar banyak mengenai bisnis dan marketing.

Selama bekerja, ia sering mendengar keluhan teman-temannya yang berwarga negara asing soal jasa hair removal yang terbatas di Indonesia. Ide itu berkembang hingga ia memberanikan diri untuk mencari seorang terapis, meminjam mobil bapak untuk keliling, dan meminjam uang Rp. 50 Juta dari keluarganya sebagai modal bisnis kecantikan ini.

Zap Clinic Menteng sedang menangani perawatan kastemer. Source : SWA.co.id

Menggunakan Sales Door to Door

Tidak ada hasil besar yang didapatkan, tanpa perjuangan yang besar. Fadli memulai usaha ZAP di tahun 2009 dengan sederhana menggunakan konsep home service yaitu memberikan layanan perawatan dari rumah ke rumah. Meskipun saat itu dengan alat yang belum canggih, kliennya didominasi oleh teman-temannya yang berwarga negara asing dengan biaya yang terbilang murah yaitu ratusan ribu.

Ia merasakan pertumbuhan bisnisnya yang dari awalnya satu klien sebulan, lalu satu klien seminggu hingga setiap hari ada klien. Fadli memutuskan untuk menyewa tempat dirumah temannya berukuran 2,5m x 3m dengan biaya sewa sebesar Rp. 2 juta per bulan. ZAP Clinic terus berkembang hingga saat ini.

Mengembangkan Bisnis Klinik Secara Online

ZAP Clinic pun terus berkembang meskipun sebagai pria yang tidak berangkat dari dunia kecantikan, Fadly mutlak harus belajar banyak untuk memimpin klinik kecantikan miliknya.

Baca Juga : Laporan Keuangan Klinik Otomatis? Ini Caranya!

Fadli mulai mencoba digital marketing dengan beriklan melalui Facebook sejak tahun 2013-2014. Mengetahui pentingnya website dan social media sebagai media komunikasi dengan klien, Fadli membuat website ZAP dan menjawab chat facebook sendiri. Ia tidak lupa untuk melakukan standarisasi klinik agar menjadi lebih baik lagi.

Selain menjadi pemilik ZAP Clinic, Fadli juga merangkap sekaligus menjadi marketing. Untuk pengembangan treatment, ia menyerahkannya kepada tim dokter dermatologis.

ZAP Clinic juga menggunakan dokter-dokte kecantikan untuk membuat jangkauan yang lebih besar. Source : Kompas.com

Memanfaatkan Website dan Aplikasi Online Booking

Fadli tak menyangka bisnisnya bisa sesukses sekarang. Sebagai perusahaan yang memberikan pelayanan maksimal kepada klien, upaya lain yang dilakukannya adalah membuat fitur online booking yang dapat memudahkan pasien untuk tidak mengantri lama atau kehabisa kuota saat itu.

Terus Berkembang dari Klinik Kecantikan

Seiring waktu pendapatan perusahaan terus tumbuh terutama karena bertambahnya sekitar 5.000 klien baru setiap bulannya. Omset ratusan miliaran pun kini mampu dia kantongi. Fadli juga ingin membuat rumah sakit ibu dan anak ala ZAP. Dimana rumah sakit akan berkonsep layaknya servis dihotel bintang 5 dengan SDM yang mumpuni dan harga bersahabat.

Baca Juga : Milenial Rela Menghabiskan Rp 50 Juta untuk Perawatan Kecantikan

Sebelumnya, ZAP telah melakukan lebih dari 900 ribu treatment dengan total 170 ribu klien pada tahun 2017. ZAP Clinic juga akan membuka ZAP for Men yang mulai dipersiapkan pada tahun ini.

Setelah mengetahui ini, Apakah Anda tertarik untuk membuka bisnis klinik kecantikan?