Dokter adalah salah satu profesi yang paling diidamkan. Alasannya adalah dokter mampu untuk menyembuhkan orang sakit, bahkan yang sudah parah. Selain itu dokter identik dengan penghasilan besar dan kehidupan yang mewah. Meski begitu perjalanan menjadi seorang dokter tidaklah mudah, tambahan setelah menjadi dokter belum tentu ekspektasi yang diharapkan bisa terpenuhi. Intinya kebanyakan orang masih belum paham akan profesi tersebut. Nah simaklah hal-hal berikut yang wajib diketahui sebelum menjadi dokter :

Sekolah yang lama

Dibanding pendidikan fakultas lain yang membutuhkan waktu hanya 3 sampai 4 tahun, pendidikan minimum menjadi dokter adalah 5 tahun. Secara umum pendidikan kedokteran terbagi menjadi 2 yaitu :

  1. Sarjana kedokteran
  2. pendidikan profesi (koas)

Sarjana kedokteran bisa ditempuh minimal 3,5 atau 4 tahun, bergantung pada masing-masing FK.Jika di fakultas lain memiliki program percepatan, maka di FK tidak ada. 3,5 atau 4 tahun adalah waktu yang benar-benar fix untuk dilalui. Setelah diwisuda menjadi sarjana kedokteran (S.Ked), calon dokter langsung menjalani profesi di rumah sakit.

Proses pendidikan yang berat

Tidak hanya lama pendidikan kedokteran juga tidak mudah. Banyak buku yang harus dipelajari karena semua itu berhubungan.

Tahapan Koas yang melelahkan

Koas atau "dokter muda" adalah tahap pendidikan yang dijalankan di rumah sakit. Peserta didiik akan mengitari setiap departemen yang ada di RS. Proses ini ditempuh selama 1,5 hingga 2 tahun. Kebanyakan ilmu dipelajari dari awal, jadi peserta muda dituntut cekatan dalam menguasai bidangnya.

Kompetensi Nasional

Kompetensi Nasional yang dulunya diketahui sebagai  Uji Kompetensi Dokter Indonesia (UKDI), namun sekarang berganti nama menjadi Uji Kompetensi Mahasiswa Pendidikan Profesi Dokter (UKMPPD). Setelah koas calon dokter belum bisa menjadi dokter sebelum lolos ujian ini.

Wajib mengikuti program penempatan selama 1 tahun setelah disumpah menjadi dokter

Program ini dikenal dengan Program Internsip Dokter Indonesia (PIDI) atau lebih dikenal dengan internsip. Program ini ialah syarat agar dokter yang baru lulus tersebut bisa menjalankan praktek. Kalau belum menjalani internsip, maka ia belum berhak untuk bekerja atau praktek. Dokter akan memiliki pemasukan dibawah gaji standar buruh.

Masih banyak tahapan lain untuk menjadi dokter, bisa terancam menjadi 9 Tahun

Di Undang-Undang Pendidikan Kedokteran sudah tertuang apa yang disebut dengan Dokter Layanan Primer (DLP) untuk memenuhi kebutuhan era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Di peraturan disebutkan bahwa dokter yang ingin bekerja di fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS di tingkat pertama (seperti puskesmas, klinik pratama, dll) WAJIB menempuh pendidikan tambahan selama 3 tahun untuk menjadi DLP (setelah menjalani internsip). Artinya, jika ingin menjadi dokter umum yang praktek di klnik atau puskesmas, tahapan yang harus ditempuh ialah 5 tahun kuliah kedokteran, 1 tahun internsip, dan 3 tahun pendidikan DLP—total 9 tahun!

Sering digambarkan miring oleh media atau dituntut hukum itu sudah biasa

Berita tentang pasien ditolak dokter atau rumah sakit selalu menarik minat pembaca. Setelah ditelusuri lebih jauh, kebanyakan berita tersebut memberikan informasi salah: bukan pasien ditolak, tapi kamar rawat inap penuh, atau pasien belum melengkapi berkas Jamkesmas/BPJS, atau tidak memenuhi kriteria perawatan menurut stAndar BPJS, dll. Namun media lebih mementingkan bagaimana caranya agar berita mereka menarik, meskipun hal itu menjelekkan reputasi dokter dan RS.

Masih ingat kasus dokter Ayu spesialis kebidanan dan kandungan? Tidak ada prosedur yang dilanggar oleh dokter Ayu; kematian pasien terjadi akibat hal yang tidak diduga oleh dunia medis yaitu emboli paru. Tidak ada yang bisa memprediksi hal tersebut dan prosedur tetap sudah dijalankan oleh sang dokter. Tapi keberpihakan jarang kepada dokter. Media dan masyarakat lebih senang jika mendengar bahwa dokter melakukan malpraktik.

Jika menjadi dokter, bersiaplah untuk menghadapi hal-hal seperti ini.

Dan yang paling pasti, waktu Anda bersama keluarga harus dikorbankan demi pasien

Jika Anda memiliki suami/istri/orang tua dokter, tidak perlu heran mereka pergi sangat pagi dan pulang sangat malam setiap harinya. Jaga malam, on call, dipanggil ke sana ke sini, operasi mendadak, kehangatan makan malam yang harus terganggu karena ada telepon dari RS, dll.

Jangan pernah berpikir ingin menjadi dokter supaya kaya

Dokter internsip hanya bergaji 2.5 juta/bulan (belum dipotong pajak). Dokter umum, jika buka praktek pribadi atau bekerja di RS, pemasukannya standar gaji pegawai kantoran.

Penghasilan lebih besar bisa didapat jika menjadi dokter spesialis. Kesan elegan dan berduit mungkin melekat pada dokter spesialis. Tapi tidak juga. Di era BPJS ini, jasa medis sangat sangat kecil untuk dokter spesialis.

Biaya operasi yang normalnya memakan biaya belasan atau puluhan juta, hanya dihargai tidak sampai sepuluh juta oleh BPJS. Jika JKN teraplikasi sepenuhnya, maka praktek dokter spesialis ga akan laku: semua pasien harus ke praktek umum dulu dan meminta rujukan untuk menghadap dokter spesialis. Kalau mendapat pasien, ya tadi, jasa medis amatlah jauh dari ekspektasi. Kita belum berbicara proses sekolah dokter spesialis yang mahal, lama, dan sangat berat….

Percayalah, jika niatnya supaya banyak uang, lebih baik menjadi pengusaha. Sangat disayangkan jika seluruh tantangan di atas dihadapi hanya demi uang.

Jika telah membulatkan tekad ingin menjadi dokter, niatkanlah karena memang memiliki passion di profesi kesehatan, atau karena memiliki niat beramal sesuai dengan profesinya, atau karena ingin melihat senyum pasien yang telah berhasil diobati.

Jika memiliki niat mulia, maka kesulitan-kesulitan seperti yang disebutkan di atas, insyaAllah, akan dapat dilewati dengan senyuman.

Dan jangan lupa, Anda bisa mempermudah managemen praktik Anda dengan memanfaatkan Assist.id pelajarilah fitur-fitur Assist.id disini.

Dengan menggunakan Sistem Informasi klinik Assist.id tidak hanya fitur sistem informasi lengkap untuk klinik saja, tapi Anda akan mendapatkan website Anda sendiri. Assist.id memiliki berbagai produk yang dapat memenuhi kebutuhan Anda dari skala praktek mandiri hingga klinik BPJS. Salah satu penyedia layanan aplikasi klinik online di Indonesia adalah Assist.id. ‌

Kenyamanan dalam mengelola data klinik lebih mudah. Berbagai keunggulan yang anda dapatkan dengan menggunakan software klinik Assist.id adalah:

  • Monitor bisnis klinik dimana saja, kapan saja
  • Memungkinkan untuk online booking konsultasi dengan dokter
  • Membuat pencatatan laporan aktifitas klinik dan keuangan secara otomatis
  • Menyiapkan segala laporan yang Anda butuhkan dengan 1 klik
  • Setiap karyawan memiliki hak akses yang dapat Anda atur
  • Fitur odontogram mudah digunakan untuk dokter gigi